‎Gelar ICE3SHT 2026, Magister Manajemen Lingkungan UNJ Gandeng ‎Menteri LH, UNEP dan Pakar Lintas Negara Bahas Strategi Ketahanan Iklim Kota‎‎

‎Gelar ICE3SHT 2026, Magister Manajemen Lingkungan UNJ Gandeng ‎Menteri LH, UNEP dan Pakar Lintas Negara Bahas Strategi Ketahanan Iklim Kota‎‎

JAKARTA – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendorong penguatan pengelolaan lingkungan perkotaan melalui pendekatan multidisiplin dan pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut dibahas dalam The 2nd International Conference on Environment, Economic, Education, Social-Humanities, and Technology (ICE3SHT) 2026, Sabtu (31/10/2026).‎‎

Konferensi yang diselenggarakan Program Studi Magister Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNJ secara hybrid ini mengangkat tema “Shaping Resilient and Sustainable Societies: Holistic Approaches to Environmental Management in the Digital Era”.‎‎

Forum tersebut membahas berbagai persoalan lingkungan, mulai dari pencemaran udara dan laut, krisis air bersih, perubahan iklim, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.‎‎

Ketua Pelaksana ICE3SHT 2026 sekaligus Koordinator Program Studi Magister Manajemen Lingkungan UNJ, Prof. Dr. Eliana Sari, M.M., mengatakan pengelolaan lingkungan di tengah pesatnya urbanisasi membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan sektor ekonomi, pendidikan, sosial-humaniora, dan teknologi digital.‎‎

Menurutnya, pemantauan berbasis data dan kolaborasi digital diperlukan untuk mendukung kebijakan lingkungan yang adaptif dan sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.‎‎

“ICE3SHT 2026 menjadi kesempatan bagi program studi untuk menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang mampu berperan sebagai pemimpin perubahan di berbagai sektor,” ujar Eliana.‎‎

Konferensi ini dibuka oleh Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si. Ia berharap forum tersebut menghasilkan gagasan inovatif, memperkuat kemitraan penelitian internasional, dan mendorong penerapan hasil riset menjadi solusi konkret bagi masyarakat.‎‎

Sejumlah pembicara nasional dan internasional hadir dalam konferensi tersebut, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, serta Prof. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Ph.D., yang mewakili Gubernur DKI Jakarta.

‎‎Jumhur menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kualitas lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Prioritas pengelolaan lingkungan meliputi pengendalian pencemaran, perlindungan ekosistem, pengembangan ekonomi sirkular, dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim.‎‎

Sementara itu, Firdaus Ali menyoroti tantangan lingkungan perkotaan, terutama peningkatan kebutuhan air, persoalan sampah, pertumbuhan penduduk, dan emisi transportasi.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya dan mitigasi perubahan iklim secara terintegrasi.‎‎

Dari aspek kesehatan lingkungan, Prof. Mei Li dari Nanjing University, Tiongkok, membahas ancaman kontaminan baru, termasuk mikroplastik dan senyawa organofosfor, terhadap ekosistem dan kesehatan manusia.‎‎

Hyunjeong Jin dari United Nations Environment Programme (UNEP) menyoroti pencemaran laut dan pentingnya kerja sama regional untuk menangani sampah plastik, kerusakan ekosistem pesisir, serta dampak perubahan iklim.‎‎

Adapun Assoc. Prof. Dr. Nilesh D. Wagh dari Somaiya Vidyavihar University, India, membahas risiko pencemaran udara akibat partikel halus PM2.5 dan PM10. Penanganannya, menurut dia, membutuhkan pemantauan kualitas udara, penguatan regulasi, penegakan hukum, dan pemanfaatan teknologi.‎‎

Dalam konferensi tersebut, Dr. Mutia Delina, M.Si., dari UNJ juga memperkenalkan pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robot bawah air atau Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) untuk mendeteksi sampah plastik di perairan.

‎‎Pengembangan teknologi tersebut diarahkan pada penyempurnaan sistem kendali, komunikasi nirkabel, dan penambahan wadah penampung sampah untuk mendukung upaya pengurangan pencemaran plastik.‎‎

Melalui ICE3SHT 2026, UNJ berupaya memperkuat kolaborasi akademik internasional dan mendorong penerapan hasil penelitian dalam kebijakan serta program pengelolaan lingkungan.‎‎

Makalah yang memenuhi tahapan penilaian dan persyaratan publikasi akan diterbitkan dalam prosiding internasional ber-ISBN. Panitia juga memfasilitasi publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA dan jurnal internasional bereputasi.