Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan DPR RI melakukan uji coba penyaluran BBM Satu Harga di Desa Nyelanding, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Uji coba ini dilakukan untuk memperkuat pemerataan akses energi bagi masyarakat.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan uji coba bertujuan memastikan kesiapan operasional SPBU sebelum beroperasi penuh.
“Uji coba ini memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan,” kata Wahyudi, Selasa.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya bersama Pertamina Patra Niaga meninjau langsung sarana dan prasarana SPBU. Peninjauan dilakukan untuk memastikan aspek teknis dan keselamatan telah memenuhi standar.
SPBU BBM Satu Harga ini akan melayani kebutuhan masyarakat sekitar, terutama untuk sektor pertanian dan aktivitas harian warga.
Untuk sektor pertanian, BPH Migas berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui surat rekomendasi yang terintegrasi dengan Program XStar.
Wahyudi menyebut kehadiran SPBU ini akan mempermudah akses BBM bagi masyarakat. Sebelumnya, warga harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer ke SPBU terdekat.
“SPBU ini diharapkan mendorong pemerataan energi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai pengoperasian SPBU BBM Satu Harga sebagai langkah strategis memperkuat layanan energi di daerah.
“Wilayah ini sebelumnya memiliki keterbatasan akses BBM. Kehadiran SPBU akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kemudahan akses dan kepastian harga BBM akan mendukung aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi memastikan kesiapan operasional SPBU telah sesuai standar keselamatan.
“Pertamina berkomitmen menyalurkan BBM Satu Harga secara aman dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, SPBU BBM Satu Harga di Desa Nyelanding diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bangka Selatan dan wilayah sekitarnya.
Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan.
Sumber antaranews
