‎Di Bulan Ramadhan, Nasyiatul Aisyiyah Jabar Dorong Dakwah Digital dan Kepedulian Sosial, Perkuat Peran Perempuan

‎Di Bulan Ramadhan, Nasyiatul Aisyiyah Jabar Dorong Dakwah Digital dan Kepedulian Sosial, Perkuat Peran Perempuan

‎‎Jakarta – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Barat memanfaatkan momentum Ramadan 2026 untuk memperkuat peran perempuan melalui kombinasi program dakwah digital dan aksi sosial dalam Rumpun Festival bertema Ramadan Ramah Anak dan Perempuan.‎‎

Ketua Umum PW Nasyiatul Aisyiyah Jawa Barat, Rini Marlina, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga penguatan kapasitas kader perempuan, khususnya para mubalighat.‎‎

Menurutnya, salah satu program unggulan tahun ini adalah lomba konten dakwah digital yang melibatkan kader dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Para peserta juga didorong untuk menyebarkan pesan keislaman melalui media sosial secara kreatif dan adaptif dengan perkembangan zaman.

‎‎“Kami ingin para mubalighat tidak hanya berdakwah secara konvensional, tetapi juga mampu memanfaatkan platform digital agar jangkauan dakwah lebih luas,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

‎‎Ia menyebutkan, antusiasme peserta cukup tinggi dengan keterlibatan perwakilan dari 10 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan mubalighat yang digelar pada Desember 2025 lalu.‎‎

Selain penguatan dakwah digital, Rumpun Festival juga diisi dengan kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan kepada perempuan kepala keluarga yang menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelompok perempuan rentan.‎‎

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Baznas Jawa Barat, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, dan LAZISMU Jawa Barat, serta sejumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah.

‎‎Ketua Pelaksana, Tati Rohaeti, menuturkan sebanyak 44 perempuan tangguh menerima bantuan berupa paket sembako dan uang tunai.

‎‎“Selain itu, peserta lomba dakwah digital juga mendapatkan penghargaan, sementara seluruh partisipan memperoleh merchandise sebagai bentuk apresiasi,” katanya.‎‎

Melalui kombinasi program dakwah digital dan aksi sosial ini, Nasyiatul Aisyiyah Jawa Barat berharap mampu menghadirkan gerakan perempuan yang tidak hanya responsif terhadap isu sosial, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital.‎