Golkar Turun ke Akar Rumput Gelar Diskusi Sejarah Banjir Bersama Pemuda Tulungagung

Golkar Turun ke Akar Rumput Gelar Diskusi Sejarah Banjir Bersama Pemuda Tulungagung

Suasana Gedung DPD Golkar Tulungagung, Selasa (18/11) siang, tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 13.00, puluhan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat umum mulai berdatangan mengikuti Reses Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, yang kali ini dikemas dalam bentuk Bedah Buku “Banjir Tulungagung (Bencana dan Penanggulangannya Tahun 1942–1986)”.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 peserta itu menghadirkan dua akademisi yang kompeten di bidangnya, yaitu Latif Kusairi, S.Hum., M.A seorang Dosen UIN Solo dan Dr. Dwi Cahyono seorang Budayawan dan Arkeolog Tulungagung

Keduanya menjadi narasumber dalam diskusi yang membedah sejarah panjang bencana banjir di Tulungagung, sekaligus mengajak peserta memahami bagaimana pola penanganan bencana berubah dari masa ke masa.

Sebagai Ketua DPD Golkar Tulungagung terpilih serta Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan memanfaatkan momentum reses ini bukan hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada pemuda dan kelompok intelektual.

Konsolidasi Golkar, menurut Jairi, tidak sekadar dilakukan lewat simbol bendera, tetapi melalui program-program substantif yang menyentuh kebutuhan publik.

Di sela kegiatan, beberapa tokoh pemuda tampak hadir, menunjukkan bahwa upaya Jairi menggandeng generasi muda mulai menyentuh basis-basis baru.

Diskusi mengenai sejarah bencana banjir di Tulungagung menjadi jembatan untuk merumuskan gagasan pembangunan yang lebih visioner.

Jairi menjelaskan bahwa membaca sejarah berarti mempersiapkan masa depan. “Kebijakan harus terintegrasi antara masa lalu dan masa depan. Kita harus melihat perspektif sejarah dan sekaligus merumuskan solusi untuk masa depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, reses kali ini diharapkan menjadi medium untuk menggali pengetahuan lama yang relevan, terutama terkait mitigasi bencana, perubahan ekologi, dan arah kebijakan pembangunan Tulungagung.
sumber : Radartulungagung