Danantara Berpotensi Raup Puluhan Triliun Rupiah dari Dividen Interim BMRI dan BBRI

Danantara Berpotensi Raup Puluhan Triliun Rupiah dari Dividen Interim BMRI dan BBRI

Pembayaran dividen interim PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pertengahan Januari 2026 diperkirakan mengalirkan dana jumbo ke investor institusional milik negara. Mayoritas dividen dari dua bank pelat merah tersebut akan diterima oleh Danantara Asset Management sebagai pemegang saham pengendali.

Selain Danantara, sovereign wealth fund (SWF) Indonesia Investment Authority (INA) juga berpotensi memperoleh kucuran dividen, khususnya dari Bank Mandiri. Berdasarkan struktur kepemilikan saham, Danantara diproyeksikan mengantongi total dividen interim dari BRI dan Bank Mandiri senilai Rp15,89 triliun.

Data biro administrasi efek per November 2025 menunjukkan Danantara Asset Management menguasai 80.610.976.875 saham BBRI atau setara 53,18%. Dengan dividen interim sebesar Rp137 per saham, aliran dividen dari BRI ke Danantara diperkirakan mencapai sekitar Rp11,04 triliun.

Sementara itu, Danantara juga menggenggam 48.533.333.333 saham BMRI atau setara 52% dari total saham beredar. Dengan dividen interim Bank Mandiri sebesar Rp100 per saham, Danantara diperkirakan menerima dividen sekitar Rp4,85 triliun.

Di sisi lain, Indonesia Investment Authority (INA) tercatat memiliki 7.466.666.666 saham Bank Mandiri. Dengan kepemilikan tersebut, INA berpotensi mengantongi dividen interim senilai sekitar Rp746,66 miliar.

Pembayaran dividen interim kedua bank dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Januari 2026. Bank Mandiri akan membayarkan dividen interim tahun buku 2025 pada 14 Januari 2026, disusul oleh BRI pada 15 Januari 2026. Dengan jadwal tersebut, dana dividen diperkirakan mulai masuk ke rekening pemegang saham pada pekan depan.

BRI sebelumnya telah menetapkan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen interim pada 2 Januari 2026. Dividen interim BBRI sebesar Rp137 per saham, dengan total nilai Rp20,63 triliun, telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan mengacu pada laporan keuangan per 30 September 2025. Perdagangan saham BBRI dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 29 Desember 2025, serta di pasar tunai pada 2 Januari 2026.

Sementara itu, Bank Mandiri menetapkan dividen interim sebesar Rp100 per saham dengan total nilai sekitar Rp9,3 triliun. Nilai tersebut dihitung berdasarkan jumlah saham beredar sebanyak 93,33 miliar lembar, dengan memperhitungkan saham treasury hasil buyback perseroan.

Senior Vice President Bank Mandiri, Adhika Vista Adhika, menyatakan bahwa pembagian dividen interim tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Bank Mandiri menetapkan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim pada 7 Januari 2026. Adapun perdagangan saham BMRI dengan hak dividen di pasar reguler berakhir pada 5 Januari 2026 dan di pasar tunai pada 7 Januari 2026.

Sumber Bisnis.com