Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memberikan pendampingan serta dukungan sumber daya guna mempercepat penanganan pascabanjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung di lapangan agar bantuan dan penanganan berjalan optimal.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Selain itu, langkah penanganan juga disesuaikan dengan kondisi riil di lokasi bencana.
“Saat meninjau langsung ke lapangan, kami ingin memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Suharyanto bersama jajaran BNPB mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sejak Rabu (21/1) dalam meninjau perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah Aceh. Kunjungan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar seluruh tahapan penanganan pascabencana berjalan efektif.
Wilayah yang dipantau meliputi Kabupaten Pidie Jaya yang masih berstatus tanggap darurat serta Kabupaten Bireuen yang telah memasuki fase transisi dari darurat ke pemulihan.
Fokus pemantauan mencakup fasilitas publik dan sektor vital, seperti sarana pendidikan, permukiman warga, serta infrastruktur pendukung yang terdampak banjir dan longsor.
Di Kabupaten Pidie Jaya, Suharyanto meninjau kondisi SMAN 2 Meureudu di Gampong Menasah Bie, Kecamatan Meurah Dua. Sekolah tersebut terdampak timbunan lumpur akibat banjir. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.
Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, rombongan meninjau sejumlah infrastruktur terdampak, termasuk jembatan di kawasan Cot Gapu. Peninjauan ini dilakukan untuk mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
BNPB menegaskan kehadiran bersama Menteri Dalam Negeri menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah. Dengan koordinasi yang solid, penanganan bencana dari fase tanggap darurat hingga pemulihan diharapkan berjalan berkelanjutan.
Selain pendampingan, BNPB juga memastikan distribusi bantuan logistik berjalan maksimal. Hingga Senin (20/1), sebanyak 1.757,03 ton atau 99,76 persen dari total bantuan logistik telah disalurkan kepada korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan penyaluran bantuan di Provinsi Aceh dilakukan melalui jalur udara sebanyak 10 sorti dengan muatan 9,9 ton, serta jalur darat menggunakan tiga truk dengan muatan 7,5 ton. Dengan demikian, total logistik yang terdistribusi di Aceh mencapai 17,4 ton.
Di Provinsi Sumatra Utara, bantuan terakhir disalurkan melalui jalur darat menggunakan empat truk dengan total muatan 10,31 ton. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat, bantuan logistik disalurkan melalui jalur darat dengan muatan sebesar 0,19 ton.
Pusdalops BNPB juga mencatat jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian mencapai 113.903 jiwa. Para pengungsi tersebut tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana, termasuk di 16 kabupaten di Provinsi Aceh.
Sumber AntaraNews.com
