Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (17/12). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana sekaligus memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabanjir.
Berdasarkan siaran pers Sekretariat Presiden, Kepala Negara bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada pukul 17.00 WIB. Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, sekitar pukul 18.30 WIB. Kedatangannya disambut Gubernur Sumbar Mahyeldi beserta jajaran pemerintah daerah.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan pemerintah telah mengerahkan lebih dari 50.000 personel TNI dan Polri untuk menangani bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Ia meminta semua pihak waspada terhadap narasi yang menyebut negara tidak hadir dalam penanganan bencana.
“Kita sudah mengerahkan lebih dari 50.000 TNI dan Polri. Itu setara dengan 50 batalion di daerah terdampak. Kalau dibilang negara tidak hadir, kita harus waspada terhadap narasi seperti itu,” ujar Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).
Selain personel, pemerintah juga mengerahkan lebih dari 60 helikopter serta belasan pesawat untuk mendukung distribusi logistik dan evakuasi. Prabowo turut memerintahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Menteri Pekerjaan Umum agar segera membangun hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak.
“Pembangunan hunian segera dilakukan. Sebanyak 2.000 rumah akan mulai dibangun,” kata Prabowo.
Pemerintah juga telah mengirimkan sekitar 1.000 unit alat berat ke lokasi bencana, termasuk truk, ekskavator, serta tangki air bersih dan air minum. Selain itu, pembangunan 50 jembatan Bailey tengah dilakukan, dengan tujuh jembatan di antaranya telah selesai dibangun.
“Kita juga tambahkan alat berat, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet portable. Dari 50 jembatan Bailey, tujuh sudah selesai,” ujarnya.
Prabowo menambahkan, pemerintah terus berupaya memulihkan akses jalan darat di wilayah yang masih terisolasi. Ia pun meminta masyarakat memahami bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan waktu.
“Saya sudah minta maaf. Saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa menyelesaikan semuanya dalam tiga atau lima hari. Mungkin butuh dua sampai tiga bulan hingga aktivitas benar-benar normal,” jelasnya.
Di sisi lain, Prabowo bersyukur pasokan listrik di sebagian besar wilayah terdampak sudah kembali menyala. Meski demikian, masih terdapat sejumlah titik berbahaya akibat kabel listrik yang terendam banjir.
“Masih ada beberapa yang harus kita percepat. Kabel-kabel yang terendam air itu berbahaya dan bisa mengakibatkan korban jika tidak hati-hati,” tutur Prabowo.
Meski menghadapi tantangan berat, Prabowo memastikan seluruh jajaran pemerintah bekerja keras di lapangan untuk menangani dampak bencana.
“PU dan PLN bekerja dengan sangat keras dalam kondisi yang sangat menantang. Mereka sudah berada di lokasi selama belasan hari,” pungkasnya.
Sumber Merdeka.com
