MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan puluhan program prioritas dalam skema Inovasi Quick Wins 100 Hari 2026. Program ini menyasar berbagai sektor, mulai dari keagamaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi desa, hingga reformasi birokrasi berbasis digital.
Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Aeron Randi, mengatakan Quick Wins dirancang untuk memastikan program pemerintah daerah berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
“Quick Wins ini menjadi pengungkit percepatan. Program yang sudah ada tetap berjalan sesuai RPJMD, tetapi melalui skema ini hasilnya diharapkan lebih cepat dirasakan masyarakat,” ujar Aeron saat ditemui di kantornya, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan Quick Wins menekankan kolaborasi lintas perangkat daerah dengan penguatan koordinasi, monitoring, dan evaluasi oleh Sekretariat Daerah.
Sentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat
Di sektor sosial dan keagamaan, Pemkab meluncurkan program Masjid Modern dengan konsep satu kecamatan satu masjid modern, Kampung Zakat berbasis wilayah, serta Sajadah untuk penguatan ketahanan keluarga melalui majelis taklim.
Selain itu, terdapat SPBU Mini yang mendorong akses kepemilikan hunian bagi buruh, serta Simpatik Paman Bansos untuk verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Pada bidang pendidikan dan kesehatan, Quick Wins mencakup Aksi Ramah untuk penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), FADEL (Farmasi Delivery) berupa layanan antar obat, SAKURA (Sekolah Sambil Kerja), dan Sawala TB-HIV untuk penguatan deteksi dan pendampingan pengobatan.
Respons Infrastruktur dan Ekonomi Desa
Untuk infrastruktur, Pemkab menghadirkan SIGANCANG (Sistem Gerakan Percepatan Penanganan Jalan Berlubang) sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat, serta Cuang Paju (Canggih Pajak PJU) guna meningkatkan efisiensi pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum.
Di sektor ekonomi, terdapat program PIL KB untuk peningkatan literasi keuangan buruh, Rumah Bangkit dengan alokasi Rp100 juta per desa di luar Dana Desa tahun 2026, Besti Kembang Dara untuk penguatan koperasi desa/kelurahan, serta Local Go Viral yang mendorong branding digital produk UMKM.
Dorong Lingkungan dan Digitalisasi LayananPengelolaan lingkungan hidup juga menjadi bagian Quick Wins melalui EMAS PKK (pengelolaan bank sampah), HIBER (Hijau Hulu–Bersih Hilir), dan SIBER DESA (Sinergi Bersih Desa).
Sementara itu, dalam reformasi birokrasi dan pelayanan publik berbasis teknologi, Pemkab meluncurkan Desa Cantik, Tahu Warga untuk layanan administrasi kependudukan digital, Litbang berbasis data terpadu, SIP SMART 360, Anugrah Desa Digital, SUMO Super App Majalengka, SAJUTA, SIGODIS Pajak, hingga Sapa Bunda Sae untuk perlindungan perempuan dan anak.
Aeron menegaskan, program Quick Wins 100 Hari 2026 akan terus berkembang sesuai kebutuhan dan evaluasi pelaksanaan di lapangan.
“Ini kerja bersama. Ada program baru dan ada yang melanjutkan inovasi sebelumnya. Targetnya jelas, percepatan yang terukur dan berdampak langsung,” katanya.
Melalui strategi tersebut, Pemkab Majalengka menargetkan percepatan pembangunan yang lebih responsif, kolaboratif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
