Triwulan III 2025, Anak Usaha BRI Catat Laba Rp8,2 Triliun

Triwulan III 2025, Anak Usaha BRI Catat Laba Rp8,2 Triliun

Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,2 triliun, naik 27,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pada saat yang sama, hingga akhir September 2025, perusahaan anak BRI juga mencatatkan total aset senilai Rp244,5 triliun, atau naik 15,0 persen (yoy).

Peningkatan laba anak perusahaan BRI tersebut berkontribusi sebesar 19,9 persen dari total laba konsolidasian Perseroan. Sementara, terhadap aset Perseroan, peningkatan aset anak-anak usaha bank dengan kode saham BBRI itu berkontribusi mencapai 11,45 persen.

“Sinergi dengan perusahaan anak menjadi elemen penting yang memperkuat BRI sebagai satu kesatuan entitas untuk memberikan layanan keuangan secara menyeluruh dan mendukung pencapaian kinerja keuangan secara group. Kontribusi positif dari entitas Perusahaan Anak BRI Group yang telah berjalan menunjukkan bahwa strategi integrasi dan kolaborasi antar unit bisnis berjalan semakin optimal,” ujar Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto dalam keterangan resminya, dikutip Senin (8/12/2025).

Sebagai informasi, saat ini BRI telah memiliki 10 perusahaan anak yang beroperasi di berbagai lini industri jasa keuangan, di antaranya PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI Life, BRI Insurance, Bank Raya Indonesia, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, dan BRI Global Financial Services.

“Masing-masing entitas memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing BRI, sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada seluruh segmen masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja Perseroan, BRI tengah menjalankan transformasi bisnis berkelanjutan melalui program ‘BRIVolution Reignite’ yang berfokus pada dua pilar utama: transformasi bisnis funding serta penguatan core business secara berkelanjutan. Selain memperkuat fondasi utama, BRI juga mendorong diversifikasi sumber pertumbuhan melalui pengembangan ‘Second Engines of Growth’ melalui penguatan segmen konsumer dan pengembangan layanan bullion atau bank emas.

Di sisi lain, dalam lini bisnis bullion service, anak usaha BRI yakni Pegadaian, yang memiliki lebih dari 4.000 cabang di seluruh Indonesia, baru saja meluncurkan super app bernama Tring. Layanan tersebut ditujukan agar konsumen lebih mudah untuk membeli emas secara digital.

“Inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis BRI yang tidak hanya mendorong pertumbuhan kinerja secara sehat, tetapi juga merefleksikan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat,” tutup Agus.

sumber tirto