‎Wisata Durian Sinapel, Cita Rasa Legendaris Majalengka dari Pohon Berusia Ratusan Tahun

‎Wisata Durian Sinapel, Cita Rasa Legendaris Majalengka dari Pohon Berusia Ratusan Tahun

‎‎Jakarta – Wisata Durian Sinapel di Kabupaten Majalengka terus menjadi magnet bagi pecinta durian dari berbagai daerah.

Tak hanya masyarakat umum, sejumlah tokoh nasional hingga kepala daerah disebut pernah berkunjung untuk mencicipi langsung durian khas Sinapel yang terkenal legit dan berkarakter kuat.‎‎

Pemilik Wisata Durian Sinapel, Hj Titin Susilawati, mengatakan usaha durian yang dikelolanya merupakan warisan turun-temurun keluarga dan kini telah memasuki generasi ketiga.‎‎

“Saya ini generasi ketiga, dari kakek, bapak, lalu saya. Untuk nasi liwetnya sendiri mulai berjalan sejak 2017 dan alhamdulillah cocok di lidah pengunjung,” ujar Hj Titin, Rabu (04/02/2026).‎‎

Menurutnya, jenis durian yang paling banyak diminati pengunjung adalah durian Perwira dan Matahari. Keduanya memiliki karakter rasa dan tampilan yang berbeda.

‎‎“Kalau Matahari warnanya orange, kalau Perwira kuning tapi tidak pucat. Dari rasa juga beda, Perwira itu ada manis-pahitnya yang khas,” jelasnya.‎‎

Keistimewaan durian Perwira di Sinapel semakin lengkap dengan keberadaan pohon induk tertua yang diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun dan kini telah dilindungi layaknya cagar budaya.‎

“Pohon induknya hanya satu. Umurnya mungkin sudah dua ratusan tahun. Saya lahir juga pohonnya sudah sebesar ini,” ungkapnya.‎‎

Musim durian Perwira biasanya berlangsung pada November hingga Januari dan telah mengantongi lisensi sebagai durian khas Majalengka. Dari sisi produksi, jumlahnya tergolong terbatas.‎ “Kalau Perwira sehari paling hanya 30 sampai 40 buah. Terbatas memang,” katanya.

‎‎Soal harga, Hj Titin menegaskan durian di Sinapel dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per buah, tergantung ukuran.‎ “Bukan berarti yang murah kualitasnya jelek. Rasanya insya Allah sama,” tegasnya.‎‎

Untuk jumlah pasokan, pada akhir pekan Wisata Durian Sinapel mampu menyediakan hingga seribu buah durian per minggu. Sementara di hari biasa, stok berkisar seratus buah per hari, mayoritas untuk konsumen perkantoran.

‎‎Hj Titin berharap pemerintah, khususnya Dinas Pertanian, dapat memberikan pendampingan budidaya agar durian Sinapel bisa berkembang lebih baik dan dikenal secara luas.

‎‎“Kami butuh bimbingan, soal pupuk, perawatan, dan budidaya yang benar. Supaya durian Sinapel bisa mendunia seperti durian Penang,” harapnya.‎‎

Ia juga menilai kawasan Sinapel memiliki potensi besar sebagai sentra durian Majalengka, layaknya Cilembu di Sumedang dengan ubi manisnya.‎‎

“Durian Sinapel sebenarnya sudah terkenal, tapi belum bisa keluar daerah karena stoknya masih kurang,” pungkasnya.