JAKARTA – Kemandirian pangan dan energi menjadi dua sektor yang disorot Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Majalengka, H. Ano Suksena, dalam mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di tengah tekanan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi internasional, Ano menilai kemampuan Indonesia menjaga kepentingan nasional menjadi salah satu aspek penting dalam menilai arah kebijakan pemerintahan.
Ia berpandangan, tantangan yang dihadapi Indonesia tidak hanya berasal dari persoalan domestik. Konflik antarnegara, perubahan situasi internasional, hingga faktor alam turut memengaruhi ruang gerak pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Masalah yang dihadapi Indonesia sebagian besar karena faktor eksternal dan alam, di luar kendali kita. Tapi Presiden berusaha sekali menekan imbas perang dan sebagainya, dengan risiko siap dibully oleh warga negara sendiri,” ujar Ano, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, situasi tersebut menuntut pemerintah mengambil langkah strategis agar dampak gejolak global tidak semakin membebani masyarakat.
Ketersediaan energi dan pangan, khususnya, dinilai memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar sekaligus ketahanan ekonomi negara.
Majalengka dan Agenda Politik Ketahanan Pangan
Ano turut menyoroti perhatian Prabowo terhadap sektor pertanian melalui kunjungannya ke Kabupaten Majalengka. Salah satunya saat Prabowo menghadiri Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, pada 7 April 2025.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam kapasitas Prabowo sebagai presiden dan menjadi bagian dari agenda penguatan produksi pertanian nasional.
Sebelumnya, pada 21 Januari 2024, Prabowo juga pernah mengunjungi Majalengka untuk menghadiri kegiatan Sehat Bersama untuk Indonesia Maju di Lapangan Sepak Bola Jatipamor, ketika masih berstatus calon presiden.
Bagi Ano, penguatan sektor pangan harus menjadi agenda berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek.
Produksi pertanian yang kuat dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pokok.
Namun, tantangan ketahanan pangan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Keberlanjutan kebijakan, stabilitas distribusi, serta keterjangkauan harga juga menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
Hal serupa berlaku pada sektor energi. Menurut Ano, kemampuan pemerintah menjaga pasokan energi menjadi faktor strategis dalam menghadapi perubahan situasi global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.
Gerindra Nilai Asta Cita Masih Menjadi Pedoman
Dalam evaluasinya, Ano menilai pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada pada jalur yang sesuai dengan visi pembangunan nasional melalui Asta Cita.
“Saya menganggap dua tahun ini Pemerintahan Presiden Prabowo masih on the track, sejalan dengan Asta Cita,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan penilaian politik Gerindra Majalengka terhadap arah pemerintahan yang dipimpin Prabowo, terutama dalam menghadapi tekanan eksternal dan memperkuat kemandirian nasional.
Meski demikian, Ano berharap pelaksanaan program prioritas pemerintah terus dijaga konsistensinya. Menurutnya, kebijakan strategis perlu diarahkan untuk melindungi kepentingan Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pun menjadi momentum untuk melihat sejauh mana agenda pembangunan nasional dapat diterjemahkan menjadi penguatan ekonomi, ketahanan pangan, kedaulatan energi, dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Gerindra Majalengka, keberlanjutan Asta Cita menjadi landasan untuk menilai arah pemerintahan.
Sementara itu, hasil nyata dari pelaksanaan program-program tersebut akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan nasional ke depan.
