Kementan Jamin Stabilitas Harga Daging Sapi Jelang Nataru 2025/2026

Kementan Jamin Stabilitas Harga Daging Sapi Jelang Nataru 2025/2026

Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan daging sapi hidup di tingkat peternak menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Upaya ini dilakukan melalui pengawasan distribusi yang ketat dan peningkatan produksi di berbagai sentra peternakan. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, secara langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah usaha penggemukan sapi.

Langkah strategis ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga yang tidak wajar sekaligus memastikan kesejahteraan para peternak tetap terjaga. Stabilitas harga di tingkat hulu ini sangat krusial dalam menekan laju inflasi pangan pada akhir tahun. Kementan berkomitmen penuh untuk menciptakan kondisi pasar yang seimbang dan adil bagi semua pihak.

Sidak yang dilakukan Agung Suganda mencakup beberapa wilayah penting seperti Subang, Tasikmalaya, Tangerang, Bekasi, dan Lampung. Pemantauan lapangan ini memberikan gambaran langsung mengenai kondisi pasokan dan pergerakan harga. Hasilnya menunjukkan bahwa harga sapi hidup masih terkendali dan pasokan secara umum berada dalam kondisi yang cukup memadai.

Upaya Kementan Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi

Agung Suganda menegaskan bahwa stabilitas harga sapi hidup di tingkat peternak merupakan faktor penting dalam menjaga inflasi pangan menjelang akhir tahun. Sidak ke sejumlah usaha penggemukan sapi (feedlot) merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, untuk menjaga stabilitas harga pangan, melindungi konsumen, dan memastikan peternak tetap sejahtera.

Dari hasil pemantauan di lima wilayah, yaitu Subang, Tasikmalaya, Tangerang, Bekasi, dan Lampung, harga sapi hidup di tingkat peternak berkisar antara Rp52.000 hingga Rp53.000 per kilogram bobot hidup. Angka ini masih berada di bawah harga acuan pembelian yang ditetapkan, yakni Rp56.000–Rp58.000 per kilogram bobot hidup. Kondisi harga yang stabil ini mengindikasikan pasokan yang cukup dan distribusi yang berjalan baik.

Kementan akan terus melakukan monitoring ketersediaan stok serta pergerakan harga sapi dan kerbau bakalan. Hal ini penting untuk memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan usaha peternak dalam jangka panjang. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola sektor peternakan.

Ketersediaan Pasokan Daging Sapi Terjamin

Salah satu lokasi sidak Agung Suganda adalah PT Agrisatwa Jaya Kencana di Subang, Jawa Barat, yang merupakan usaha penggemukan sapi dengan kapasitas besar. Perusahaan ini memiliki kapasitas kandang hingga 20.000 ekor sapi, dengan populasi indukan sebanyak 200 ekor.

Data per 12 Desember 2025 menunjukkan bahwa populasi sapi bakalan di PT Agrisatwa Jaya Kencana tercatat sebanyak 9.800 ekor, dan akan ada penambahan 1.800 ekor dalam waktu dekat. Agung Suganda menyatakan, “Kondisi ini menunjukkan pasokan cukup dan distribusi berjalan baik.”

Ketersediaan stok sapi yang aman ini mencerminkan kesiapan pasokan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak hanya pada periode Natal dan Tahun Baru, tetapi juga menjelang Idul Fitri 2026. Agung Suganda menambahkan, “Hasil sidak menunjukkan stok sapi di tingkat produsen aman dan harga relatif stabil. Ini penting untuk memastikan kenaikan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru dan menjaga stabilitas harga.”

Dukungan Pelaku Usaha dan Proyeksi ke Depan

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Joni Liano, turut mengonfirmasi bahwa stok sapi pedaging aman untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, harga saat ini bukan merupakan kenaikan, melainkan penyesuaian harga yang masih dijual di bawah harga acuan.

Joni Liano menyetujui arahan Menteri Pertanian yang menekankan kesejahteraan semua pihak. “Jadi saya setuju dengan arahan Pak Menteri tadi. Arahan Pak Menteri tadi kan yang penting itu kan semuanya happy. Peternak happy, pedagang happy, dan konsumen juga happy yang ditunjukkan harga daging sapi stabil,” jelas Joni.

Sementara itu, perwakilan PT Agrisatwa Jaya Kencana, Evia Kirana, juga menyampaikan bahwa stabilitas harga sapi hidup di tingkat peternak masih terjaga. “Harga jual sapi hidup di kami Rp53 ribu per kg bobot hidup. Dengan ketersediaan bakalan yang cukup, kami optimistis produksi dan distribusi tetap lancar hingga akhir tahun,” ujarnya.

  • Secara nasional, Kementan mencatat ketersediaan sapi dan kerbau bakalan di seluruh feedlot mencapai 193.705 ekor.
  • Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjamin pasokan daging sapi selama Natal dan Tahun Baru hingga Lebaran tahun depan.
  • Kementan akan terus memonitor ketersediaan stok serta pergerakan harga sapi dan kerbau bakalan hingga Idul Fitri, guna memastikan keterjangkauan harga dan keberlanjutan usaha peternak.

Sumber: AntaraNews