Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) ke-11 pada tahun 2025, di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.
“Sampai saat ini, enam orang sudah diamankan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Kamis. Pernyataan ini disampaikan pada pukul 22.23 WIB, terkait peminjaman ruangan di Polres Hulu Sungai Utara.
Budi menambahkan, tim KPK masih melakukan serangkaian kegiatan di wilayah tersebut. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status enam orang yang diamankan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Sepanjang 2025, KPK telah melakukan beberapa OTT, antara lain:
- Maret 2025 – OTT anggota DPRD dan pejabat Dinas PUPR Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
- Juni 2025 – OTT dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.
- 7-8 Agustus 2025 – OTT di Jakarta, Kendari (Sulawesi Tenggara), dan Makassar (Sulawesi Selatan) terkait dugaan korupsi pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
- 13 Agustus 2025 – OTT dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan di Jakarta.
- 20 Agustus 2025 – OTT dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, melibatkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan.
- 3 November 2025 – OTT Gubernur Riau, Abdul Wahid, terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
- 7 November 2025 – OTT Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, terkait dugaan suap pengurusan jabatan, proyek RSUD dr. Harjono, dan gratifikasi.
- 9-10 Desember 2025 – OTT Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terkait dugaan penerimaan hadiah dan gratifikasi.
- 17-18 Desember 2025 – OTT di Tangerang, menangkap seorang jaksa, dua pengacara, dan enam pihak swasta. KPK menyita Rp900 juta.
- 18 Desember 2025 – OTT di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. KPK menangkap 10 orang dan menyegel ruang kerja Bupati Ade Kuswara Kunang.
Dengan penangkapan terbaru ini, KPK menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di berbagai wilayah Indonesia.
Sumber AntaraNews.com
