Launching Integrated Farming Zero Waste, Baznas Majalengka Wujudkan Ekosistem Ekonomi

Launching Integrated Farming Zero Waste, Baznas Majalengka Wujudkan Ekosistem Ekonomi

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengembangkan Balai Ternak berbasis integrated farming zero waste di Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran.‎‎

Konsep tersebut diterapkan agar pengelolaan peternakan tidak menghasilkan limbah yang terbuang, sekaligus menjadi bagian dari sistem pertanian terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi masyarakat.‎‎

Pembangunan Balai Ternak ditandai dengan peletakan batu pertama di Kampung Pasir Pogor, Desa Cijurey, Kamis (8/10/2026).‎‎

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H Agus Asri Sabana mengatakan, program tersebut merupakan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dan BAZNAS RI dalam memberdayakan 15 mustahik melalui usaha peternakan.

‎‎”Ini merupakan program kolaborasi dengan BAZNAS RI yang dananya sharing untuk pemberdayaan para peternak sebanyak 15 orang,” ujar Agus.

‎‎Para penerima manfaat nantinya mendapatkan fasilitas kandang dan bibit kambing. Setiap peternak direncanakan memperoleh rata-rata 15 ekor kambing, dengan total sekitar 225 ekor bibit ternak.

‎‎Selain kandang, BAZNAS juga menyiapkan bank pakan dengan lahan sekitar 2.000 hingga 3.000 meter persegi untuk mendukung keberlangsungan peternakan.

‎‎Konsep zero waste menjadi salah satu keunggulan Balai Ternak tersebut. Limbah dari aktivitas peternakan akan diupayakan agar dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan pertanian, sehingga terbentuk siklus usaha yang saling terhubung.‎‎

Kandang Balai Ternak sendiri memiliki ukuran 7 x 23 meter dengan model panggung modern dan kapasitas sekitar 200 ekor. Fasilitas tersebut terdiri dari 80 sekat untuk domba jantan dan area koloni untuk ternak betina.‎‎

Agus mengatakan, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga menyiapkan pendampingan dan pemasaran agar usaha yang dijalankan para mustahik dapat berkembang.

“Insyaallah Balai Ternak ini menjadi salah satu yang membantu BAZNAS untuk penyediaan hewan kurban, dam haji dan juga akikah sehingga nanti para petani lebih berdaya lagi,” katanya.‎‎

Menurut Agus, program tersebut diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik. Mereka tidak hanya menerima bantuan konsumtif, tetapi diarahkan menjadi pelaku usaha produktif hingga nantinya mampu naik kelas menjadi muzaki.‎‎

“Selain menyediakan kandang dan bibit, kami juga akan membantu untuk pemasaran ke depannya,” ujarnya.

‎‎Penerapan integrated farming zero waste di Balai Ternak tersebut diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menggabungkan peternakan, pertanian, pengelolaan pakan, dan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.