JAKARTA – Kabupaten Majalengka semakin menunjukkan daya saingnya sebagai tujuan investasi di Jawa Barat. Sepanjang periode 2023 hingga 2025, daerah ini berhasil menyerap Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp5,65 triliun atau hampir 46 persen dari total investasi asing yang masuk ke kawasan Ciayumajakuning.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, total PMA yang masuk ke wilayah Ciayumajakuning mencapai Rp12,34 triliun dalam tiga tahun terakhir. Dari lima daerah yang tergabung di dalamnya, Majalengka menjadi penyumbang investasi terbesar.
Bupati Majalengka Eman Suherman menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, besarnya investasi yang masuk menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Majalengka. “Alhamdulillah,” ujar Eman, Kamis (2/7/2026).
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan tingginya investasi asing menunjukkan Majalengka telah berkembang menjadi salah satu kawasan strategis bagi para investor.
”Investasi yang masuk merupakan sinyal positif bahwa kawasan ini memiliki daya tarik ekonomi yang kuat. Infrastruktur yang terus berkembang dan posisi strategis menjadi faktor yang mendukung masuknya modal asing,” kata Margaretha.
Menurutnya, keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, akses Tol Cipali, serta berkembangnya kawasan industri menjadi faktor utama yang meningkatkan daya tarik investasi di Majalengka. Infrastruktur tersebut mempermudah distribusi barang, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan efisiensi kegiatan industri.
Selain unggul dalam serapan investasi, Majalengka juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,86 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Industri pengolahan menjadi sektor yang paling besar mendorong pertumbuhan tersebut.
Margaretha menambahkan, dominasi PMA tersebut semakin mengukuhkan posisi Majalengka sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat.
Sementara itu, Kabupaten Cirebon menempati posisi kedua dengan realisasi investasi asing sebesar Rp4,38 triliun, disusul Kabupaten Indramayu sebesar Rp1,43 triliun.
Secara keseluruhan, Majalengka dan Kabupaten Cirebon menyerap lebih dari 81 persen total PMA yang masuk ke kawasan Ciayumajakuning selama periode 2023–2025.
Capaian tersebut memperlihatkan transformasi Majalengka dari daerah yang dikenal berbasis pertanian menjadi kawasan yang semakin diminati investor dan berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
